fbpx

Dompet Dhuafa Silaturahmi ke Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Perkuat Transparansi dan Kolaborasi

ACEH — Dompet Dhuafa berkesempatan melaporkan langsung kinerja penanganan dan pemulihan Aceh pascabencana banjir bandang kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Sejak awal bencana terjadi hingga akhir Januari 2026, berkat kebaikan para donatur, Dompet Dhuafa masih terus melakukan ikhtiar terbaiknya untuk memulihkan kehidupan masyarakat Aceh.

Adapun Rizki Fauzan selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Aceh yang melaporkan sederet respons dan giat Dompet Dhuafa di Aceh kepada Muzakir Manaf. Fauzan dan tim melaporkannya langsung ke tempat Gubernur Aceh berkantor di Banda Aceh, pada Jumat (30/01/2026).

“Sampai hari ini Dompet Dhuafa terus bekerja untuk kemanusiaan di semua aspek pilar kelembagaan,” ungkap Rizki Fauzan.

Menerima laporan Dompet Dhuafa, Muzakir Manaf pun menyampaikan ucapan terima kasih. Ia berharap, ada kolaborasi program pemulihan di bidang UMKM untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat Aceh.

Untuk diketahui, Dompet Dhuafa sudah merespons dan terjun langsung ke beberapa lokasi terjadinya bencana sejak awal bencana terjadi. Dompet Dhuafa menerjunkan tim relawan dengan peralatan kesiapsiagaan, seperti perahu karet, mobil taktis, ambulans, kendaraan roda dua, dengan APD lengkap untuk semua tim.

Kini setelah kondisi berangsur membaik, Dompet Dhuafa fokus pada program pemulihan pascabencana, salah satunya adalah pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) di lokasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah atau petugas lokal yang berwenang.

Pada tahap awal, Dompet Dhuafa menargetkan bisa membangun hingga 300 unit Rumtara di Aceh yang dilengkapi dengan fasilitas MCK dan listrik. Dompet Dhuafa mengikhtiarkan untuk membangun 1.000 Rumtara yang tersebar mulai dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa juga melakukan renovasi beberapa sekolah negeri dan madrasah, seperti SDN 03 Meurah Dua Pidie Jaya, MIN 01, dan MIN 04 Pidie Jaya. Di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa memperbaiki dan memberikan suplai kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan untuk Polindes di Meunasah Mancang, Pidie Jaya serta aktivasi 20 unit Posyandu dan fasilitasnya.

Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa sudah melakukan pemetaan kebutuhan UMKM dan pasar tradisional yang harus dibantu, salah satunya dengan bantuan pemodalan atau yang biasa kami sebut sebagai Cash for Work.

Di samping program-program pemulihan, Dompet Dhuafa juga terus menjalankan penanganan kebutuhan dasar para penyintas, seperti sembako, minyak, dan sebagainya.

“Laporan per 28 Januari 2026, terdapat total 77.095 penerima manfaat di Aceh yang telah menerima berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang disalurkan secara bertahap dan menyeluruh dari Dompet Dhuafa,” ungkap Rizki Fauzan.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai bidang kebutuhan dasar dan pemulihan, antara lain dapur umum yang menjangkau 34.294 jiwa, distribusi sembako untuk 4.100 jiwa, serta layanan kesehatan bagi 3.460 jiwa. Selain itu, terdapat makanan siap santap bagi 5.980 jiwa, distribusi logistik pangan untuk 8.290 jiwa, dan pos hangat yang melayani 5.662 jiwa.

Layanan pendukung lainnya meliputi kebutuhan Ibu dan Anak untuk 1.126 jiwa, hygiene kit bagi 940 jiwa, Pos WiFi dan Charger untuk 1.532 jiwa, Corner Gizi bagi 1.302 jiwa, serta dukungan psikososial (Psychological First Aid) kepada 2.904 jiwa. Upaya pemulihan lingkungan dan kesehatan juga dilakukan melalui distribusi air bersih untuk 877 jiwa, kesehatan reproduksi bagi 1.074 jiwa, aksi bersih yang melibatkan 1.097 jiwa, hingga fogging untuk 200 jiwa.

Di sektor pendidikan dan pemberdayaan, bantuan mencakup Sekolah Ceria bagi 458 jiwa, School Kit untuk 305 jiwa, layanan vokasi bagi 190 jiwa, serta Rumtara sebanyak 180 pintu. Layanan-layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar, kesehatan, perlindungan, dan pemulihan penyintas secara menyeluruh.

Adapun program aksi kemanusiaan ini menjangkau wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Pidie, dan Pidie Jaya, serta Kota Langsa, Lhokseumawe, dan Subulussalam.

Semoga pertemuan ini meningkatkan kolaborasi dan transparansi pemulihan Aceh hingga kondisi yang jauh lebih baik. Di mana masyarakat mampu dengan mandiri dan gagah menghadap masa depan yang lebih baik. (Dompet Dhuafa)

Bagikan tulisan ini ke media sosialmu